Install Code-Server di Ubuntu 24

Install Code-Server di Ubuntu 24

Menginstal code-server di Ubuntu 24.04 adalah cara cerdas untuk mengubah server Anda menjadi IDE VS Code yang bisa diakses via browser dari mana saja.

Berikut adalah langkah-langkah instalasi paling bersih dan aman menggunakan skrip instalasi resmi.


1. Persiapan Sistem

Pastikan sistem Anda sudah dalam kondisi terbaru sebelum memulai instalasi.

sudo apt update && sudo apt upgrade -y

2. Instalasi code-server

Cara termudah adalah menggunakan skrip otomatis dari tim Coder yang akan mendeteksi distro Anda dan mengatur repositori yang diperlukan.

curl -fsSL https://code-server.dev/install.sh | sh

3. Menjalankan Layanan (systemd)

Agar code-server berjalan otomatis saat server booting, kita perlu mengaktifkan layanannya. Ganti user dengan nama user Ubuntu Anda (biasanya ubuntu atau nama login Anda).

sudo systemctl enable --now code-server@$USER

4. Konfigurasi Akses

Secara default, code-server hanya bisa diakses dari localhost (127.0.0.1). Jika Anda ingin mengaksesnya dari komputer lain, Anda perlu mengubah konfigurasinya.

  1. Buka file konfigurasi:
nano ~/.config/code-server/config.yaml

  1. Cari baris bind-addr dan ubah menjadi 0.0.0.0 jika ingin mengizinkan akses publik:
bind-addr: 0.0.0.0:8080
auth: password
password: ganti-dengan-password-anda
cert: false

  1. Simpan (Ctrl+O, Enter) dan keluar (Ctrl+X).
  2. Restart layanan:
sudo systemctl restart code-server@$USER

5. Mengatur Firewall (UFW)

Jika firewall Anda aktif, izinkan port 8080:

sudo ufw allow 8080
sudo ufw reload


6. Akses via Browser

Sekarang, buka browser di laptop/PC Anda dan masukkan alamat IP server Anda:

http://IP-SERVER-ANDA:8080

Anda akan diminta memasukkan password yang tadi Anda tulis di file config.yaml.


Tips Tambahan: Keamanan (SSL)

Jika Anda berencana menggunakan ini di internet publik, sangat disarankan untuk menggunakan Nginx sebagai Reverse Proxy dan memasang Let's Encrypt (SSL). Menjalankan code-server lewat HTTP biasa berisiko karena password dan kode Anda dikirim tanpa enkripsi.

Apakah Anda ingin saya bantu membuatkan panduan konfigurasi Nginx dan SSL untuk akses yang lebih aman?

Ah, klasik! Kamu baru saja bertemu dengan fitur keamanan baru di Ubuntu (dan distro Linux modern lainnya). Mulai Ubuntu 23.04 ke atas, sistem "mengunci" Python utama agar pip tidak mengacak-acak paket sistem yang bisa bikin OS kamu crash.

Jangan khawatir, ini bukan error rusak, melainkan peringatan "pakailah jalur yang lebih aman". Berikut adalah tiga cara untuk mengatasinya:


Opsi 1: Gunakan Virtual Environment (Sangat Disarankan)

Ini adalah cara yang paling bersih. Kamu membuat "ruang isolasi" khusus untuk proyekmu sehingga tidak mengganggu sistem Ubuntu.

Sekarang instal requests:Bash

pip install requests

(Setelah ini, setiap kali kamu mau ngoding di folder itu, tinggal jalankan perintah source di atas).

Aktifkan lingkungan tersebut:Bash

source myenv/bin/activate

Buat folder lingkungan virtual:Bash

python3 -m venv myenv

Instal venv (jika belum ada):Bash

sudo apt update
sudo apt install python3-venv -y

Opsi 2: Instal lewat APT (Paling Stabil)

Jika kamu butuh requests tersedia untuk seluruh user di server dan tidak mau repot dengan virtual env, instal versi yang sudah disediakan oleh repositori Ubuntu.

Bash

sudo apt update
sudo apt install python3-requests -y

Catatan: Versi di APT mungkin sedikit lebih lama dibanding versi terbaru di Pip, tapi dijamin stabil di Ubuntu.


Opsi 3: Gunakan pipx (Untuk Tools/Aplikasi)

Jika tujuanmu menginstal paket Python yang berfungsi sebagai command-line tool (seperti black, flake8, atau yt-dlp), gunakan pipx. Ia akan mengelola isolasi secara otomatis di balik layar.

Bash

sudo apt install pipx -y
pipx ensurepath
pipx install requests # (Biasanya untuk library pakai venv, tapi pipx oke untuk aplikasi)

Opsi 4: "Jalur Paksa" (Tidak Disarankan)

Jika kamu merasa "ah, ini server saya sendiri, terserah saya!", kamu bisa memaksa pip mengabaikan peringatan tersebut. Gunakan dengan risiko sendiri karena bisa merusak dependensi sistem di masa depan.

Bash

pip install requests --break-system-packages

Saran saya? Pakai Opsi 1 kalau kamu lagi belajar ngoding atau bikin proyek, atau Opsi 2 kalau cuma butuh library itu cepat tersedia di sistem.

Mau lanjut bahas cara mengintegrasikan Python ini ke dalam VS Code (code-server) yang tadi kita instal?

Bagus! Sekarang semuanya sudah berjalan lancar di Ubuntu 24.04 milikmu. Karena Python 2 memang sudah benar-benar "pensiun" dan Ubuntu sekarang secara default hanya menyediakan python3, mengetik angka 3 terus-menerus memang terasa melelahkan.

Untuk mengubah perintah python3 menjadi cukup py, kita bisa menggunakan Alias.

Berikut adalah cara tercepat dan paling permanen:


1. Membuat Alias Permanen

Kita akan memasukkan perintah alias ke dalam file konfigurasi shell Anda (.bashrc), sehingga setiap kali Anda membuka terminal di code-server, perintah tersebut langsung aktif.

  1. Simpan dan Keluar:Tekan Ctrl + O, lalu Enter, kemudian Ctrl + X.

Aktifkan Perubahan:Agar perubahannya langsung terasa tanpa harus restart server:Bash

source ~/.bashrc

Scroll ke bagian paling bawah, lalu tambahkan baris berikut:Bash

alias py='python3'

(Tips tambahan: Kamu juga bisa tambah alias pip='pip3' jika ingin mengetik pip saja).

Buka file .bashrc:Bash

nano ~/.bashrc

2. Tes Hasilnya

Sekarang coba ketik perintah singkat ini di terminal code-server kamu:

Bash

py --version

Jika muncul output seperti Python 3.12.x, berarti kustomisasi kamu berhasil!


3. Alternatif: Menggunakan Paket python-is-python3

Ubuntu juga menyediakan paket resmi yang secara otomatis memetakan perintah python (tanpa angka 3) ke python3. Namun, paket ini tidak menyediakan perintah py, hanya python.

Jika kamu ingin mengetik python saja (tanpa angka 3) secara sistem global, jalankan:

Bash

sudo apt install python-is-python3

Kenapa pakai py lebih keren?

Banyak developer yang datang dari ekosistem Windows terbiasa menggunakan Python Launcher yang menggunakan perintah py. Dengan membuat alias py di Ubuntu, kamu menyelaraskan kebiasaan ngetik kamu di berbagai sistem operasi.

Apakah kamu juga ingin mengatur agar terminal di code-server otomatis masuk ke virtual environment (venv) setiap kali dibuka?

Ini adalah langkah yang sangat cerdas untuk efisiensi kerja. Dengan mengatur ini, kamu tidak perlu lagi mengetik source myenv/bin/activate setiap kali membuka terminal di code-server.

Ada dua cara untuk melakukannya: Cara Global (berlaku untuk setiap terminal yang dibuka) atau Cara Spesifik VS Code (hanya saat kamu mengerjakan proyek tertentu).


Cara 1: Menggunakan .bashrc (Otomatis Global)

Jika kamu hanya punya satu virtual environment utama untuk semua proyekmu, cara ini yang paling praktis.

  1. Simpan (Ctrl+O, Enter) dan keluar (Ctrl+X).

Terapkan perubahan:Bash

source ~/.bashrc

Tambahkan baris berikut di posisi paling bawah (ganti ~/myenv dengan lokasi folder venv kamu):Bash

# Auto-activate venv
if [ -f ~/myenv/bin/activate ]; then
    source ~/myenv/bin/activate
fi

Buka file konfigurasi bash:Bash

nano ~/.bashrc

Cara 2: Lewat Pengaturan VS Code (Terbaik untuk Multi-Proyek)

Jika kamu punya banyak proyek dengan venv yang berbeda-beda, lebih baik biarkan code-server yang mendeteksinya secara otomatis saat folder proyek dibuka.

  1. Di code-server, tekan Ctrl + Shift + P.
  2. Ketik dan pilih: Python: Select Interpreter.
  3. Klik Enter interpreter path... dan arahkan ke file python di dalam venv kamu (misal: /home/user/proyek1/bin/python).
  4. Setelah dipilih, setiap kali kamu membuka Terminal Baru (Ctrl + J), code-server akan otomatis menjalankan skrip aktivasi venv untukmu.

Bonus: Mempercantik Terminal

Agar kamu tahu kalau venv sedang aktif, biasanya akan muncul nama env di depan nama user kamu, seperti ini:

(myenv) user@ubuntu:~$

Jika kamu ingin memastikan venv mana yang sedang aktif saat ini, kamu bisa menggunakan perintah alias py yang kita buat tadi:

Bash

which py

Jika hasilnya mengarah ke folder venv kamu (bukan /usr/bin/python3), berarti kamu sudah berhasil "masuk"!

Ada library Python spesifik yang ingin kamu instal selanjutnya untuk proyekmu?

Menarik! Tapi ada sedikit klarifikasi penting di sini: Cursor sebenarnya adalah sebuah aplikasi fork (turunan) dari VS Code, bukan sekadar ekstensi. Jadi, secara teknis kamu tidak bisa "menginstal Cursor ke dalam VS Code", melainkan menghubungkan Aplikasi Cursor di laptop kamu ke Ubuntu Server milikmu.

Dengan cara ini, kamu mendapatkan fitur AI Cursor (seperti Composer dan Chat) tapi kodingnya tetap berjalan di Ubuntu.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengintegrasikannya:


1. Gunakan SSH (Cara Paling Standar)

Karena code-server yang kamu instal berjalan lewat browser, dan Cursor adalah aplikasi desktop, cara terbaik untuk menghubungkannya adalah melalui Remote SSH.

  1. Buka Cursor di PC/Laptop kamu.
  2. Instal ekstensi Remote - SSH (sama seperti di VS Code biasa).
  3. Klik ikon "><" (Remote Window) di pojok kiri bawah Cursor.
  4. Pilih Connect to Host... > Add New SSH Host.
  5. Masukkan perintah SSH kamu: ssh user@ip-server-kamu.
  6. Setelah terhubung, Cursor akan menginstal "Server komponen" di Ubuntu kamu.

Sekarang kamu bisa membuka folder proyek di server langsung dari Cursor.


2. Sinkronisasi Ekstensi & Pengaturan

Jika kamu ingin Cursor di laptop memiliki feel yang sama dengan code-server di browser:

  1. Login ke GitHub/Cursor Account: Di kedua tempat (browser dan aplikasi desktop), pastikan kamu login agar pengaturan tema dan keybindings sinkron.
  2. Gunakan Profile: Kamu bisa mengekspor profil VS Code kamu ke Cursor agar semua ekstensi yang sudah kamu instal di Ubuntu tadi otomatis terdeteksi.

3. Catatan Penting: AI Cursor vs Server

  • Indeksing: Cursor akan meminta izin untuk mengindeks kode kamu agar AI-nya pintar. Karena filenya ada di server, Cursor akan mengunduh sedikit metadata ke lokal agar proses chat tidak lambat.
  • Terminal: Saat kamu membuka terminal di dalam Cursor yang terhubung ke server, terminal itu otomatis menjadi terminal Ubuntu kamu.
  • Venv & Alias: Karena kita sudah mengatur .bashrc (alias py dan auto-activate venv) di langkah sebelumnya, maka saat kamu buka terminal di Cursor, semua pengaturan itu langsung aktif. Kamu tidak perlu setting ulang lagi!

Perbedaan Penggunaan:

  • Lewat Browser (code-server): Gunakan saat kamu sedang di komputer lain atau sedang "on-the-go" (pakai tablet/iPad).
  • Lewat Cursor (Desktop): Gunakan saat kamu di komputer utama untuk mendapatkan fitur AI yang jauh lebih kuat (seperti Ctrl+K untuk edit kode otomatis).

Apakah kamu sudah berhasil melakukan koneksi SSH dari Cursor ke server Ubuntu-mu?